Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Konten Prank Youtube yang Menjengkelkan Tapi Laris dan Komersial

Matamu.Net - Pada era sekarang ini, teknologi semakin canggih sehingga nama aplikasi YouTube sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Malahan platform tersebut diketahui sudah tak bisa dipisahkan dengan kehidupan manusia masa kini.

Seperti yang kita ketahui bahwa dengan menggunakan YouTube seseorang dapat mengakses apapun yang diinginkan mulai dari sesuatu yang menghibur sampai dengan cara-cara yang dapat mempermudah kehidupan keseharian.

Nah, tak heran apabila profesi sebagai seorang YouTuber sangat banyak diminati. Tak jarang para YouTuber menghadirkan konten-konten yang menarik dan bermanfaat untuk para penontonnya. Selama para penonton tersebut memiliki kuota internet, selama itu pula mereka dapat mengakses YouTube kapan pun dan dimana pun mereka berada.

Akan tetapi, di samping banyaknya YouTuber yang membuat konten-konten bermanfaat ada pula konten YouTube yang sama sekali tak berfaedah. Malahan konten tersebut justru masuk dalam kategori menyebalkan loh.

Kendati demikian, meski konten tersebut menyebalkan tak sedikit orang yang justru rela menonton video tersebut. Salah satu konten yang belakangan ini rame diperbincangkan adalah konten “Prank!”. Yup, trend tersebut sebenarnya cukup menyenangkan, tapi di dalam negeri malah dilakukan dengan cara yang justru menyebalkan.

Bukan tanpa alasan loh! Melalui sebuah prank! kita dapat melihat bagaimana fenomena tersebut berlangsung. Melalui sebuah prank! konten-konten di YouTube semakin meledak dan viewernya banyak. Serta melalui prank! Mungkin akan muncul dampak yang merugikan.

Bukti bahwa konten prank! Mewabah di YouTube adalah ketika kalian mengetik kata kunci ‘prank’ maka tanpa kalian sadari wabah menyebalkan tersebut secara tidak langsung menyerang platform streaming video yang kalian sukai selama ini. Berdasarkan hasil pantauan dari seseorang yang menuangkannya melalui blog pribadinya ditemukan bahwa yang mendominasi konten ‘prank!’ adalah YouTuber asal Indonesia.

Salah satu YouTuber yang terkenal dengan konten prank adalah Angga Candra. Tak hanya itu, prank yang dibuat oleh Angga ditonton berkali-kali oleh penikmat YouTube yang jumlah viewernya lebih dari tiga juga kali. Misalnya saja video yang berjudul ‘SENYUM MANJA!! CEWE CUBY INI KESEM SEM & BAPER SENDIRI, PRANK CEWE BENGKULU’ ditonton sebanyak 4,3 juta kali.

Video yang berdurasi selama 13 menit 40 detik tersebut berisi tentang Angga yang menggoda perempuan disekitarnya dengan cara bernyanyi. Tak hanya itu, apabila kalian penasaran apa saja konten prank yang dibuat oleh Anggga kalian dapat membuka channel YouTube-nya.

Cewek Chubbi manis dan seksi Pakai Tanktop Hitam kena Prank Youtube
Cuplikan Konten Prank Angga Candra di Youtube

Selain Angga Candra, ada pula video prank dari channel YouTube Crazy Nikmir REAL yang merupakan channel YouTube milik artis sensasional Nikita Mirzani. Yang menarik perhatian adalah salah satu video prank Niki yang berjudul SENJATA MAKAN TUAN !! NYAI DIBIKIN KETAKUTAN SAMA PRANK NYA SENDIRI!! Yang ditonton lebih dari 3,1 juta viewer.

Kendati demikian, terkait dengan konten tersebut sebenarnya prank bukanlah hal yang baru bagi kalangan YouTuber Indonesia. Nah, konten tersebut semakin menjadi trend dikarenakan salah satu YouTuber Tanah Air yang memiliki subscriber terbanyak di Asia Tenggara, Atta Halilintar sangat sering membuat konten prank. Hingga akhirnya konten tersebut menjadi konten favorit para YouTuber lainnya.

Kira-kira mengapa konten prank sangat digemari oleh para YouTuber yah? Apakah karena peminatnya sangat banyak? Atau dibuat hanya sekedar serua-seruan semata saja? Padahal kan konten prank disebut-sebut sebagai konten yang paling menyebalkan loh. Ternyata ini loh alasan seorang YouTuber gemar membuat konten prank.

1. Konten YouTube dengan KW Abadi

Yup, salah satu alasan mengapa YouTuber lainnya juga tertarik membuat konten prank lantaran umur konten tersebut cukup panjang alias lama. Dimana awalnya hanya Atta Halilintar, tak berselang lama YouTuber lainnya seperti Baim Wong dan Raffi Ahmad juga ikut membuat konten prank ‘menggembel’.

Semakin trend konten prank justru semakin berkembang kea rah yang boleh dikatakan membuat seseorang jengkel dan risih.

Misalnya saja channel YouTube JOE RENY Vlog yang diketahui membuat konten prank dengan bertema ‘wik wik wik’. Tema tersebut dibuat dalam beberapa video. Menariknya meski tema tersebut merupakan sesuatu yang kurang baik namun ada pula YouTuber lain yang mengikuti tema konten tersebut.

Youtuber Joe Renny jualan isi kamar dan ranjang
Isi Konten Joe Ranny yang Bertema "wik wik wik"

Setelah konten prank merajai channel YouTube, prank tema ‘wik wik wik’ kemudian digantikan dengan konten bertema ‘prank ojol’. Prank terhadap ojol diketahui sangat banyak dibuat oleh para YouTuber loh. Kebanyakan prank yang dilakukan yaitu memesan makanan melalui aplikasi online kemudian tiba-tiba pesanan tersebut dibatalkan oleh sang pemesan. Hingga akhirnya ojol bingung.

2. Pola Konten Prank Youtube

Ikut membuat konten berbau prank maka tak lepas dengan yang namanya pola. Yup, pola tersebut sangat berperan penting untuk membuat prank tersebut berhasil. Misalnya saja sebelum melakukan prank ojol maka terlebih dahulu YouTuber akan mempersiapkan beberapa kamera dibeberapa tempat.

Setelah itu, barulah YouTuber memesan makanan melalui aplikasi dengan jumlah pesanan yang nominalnya lumayan banyak. Prank ojol belum selesai sampai driver dating ke alamat pemesan. Nah, pada saat itulah drama prank dimulai.

Mulai dari sang pemesan yang mengaku tak memesan makanan sampai dengan pemesan tak mau membayar pesanan. Untuk membuat video yang diunggah semakin menarik, para YouTuber tak jarang memebrikan efek suara ala-ala sinetron.

Secara tidak langsung ketika ojol mengetahui hal tersebut, disinilah ekspresi sang ojol dipertontonkan secara luas di channel YouTube para pembuat konten. Hingga akhirnya, setelah berhasil barulah YouTuber pembuat konten menghampiri sang ojol dan mengakatakan bahwa hal tersebut hanyalah prank semata. Ujung-unjungnya YouTuber membayar semua pesanan tersebut.

3. Keuntungan Finansial

Yang ketiga ini merupakan sesuatu yang paling penting bagi YouTuber. Bagaimana tidak, melalui konten prank keuntungan besar dapat diperoleh oleh para YouTuber. Bukannya menjadi sesuatu yang dianggap mulia, malahan prank seperti itu adalah sebuah konten yang omong kosong.

Untuk mengetahui seberapa besar pendapatan YouTuber dari hasil konten-konten yang telah dibuat dan diunggah terdapat dua indikator yang dapat digunakan seperti CPM (Cost Per Mile) dan CPC (Cost Per Click).

Nah, untuk membuat dua indikator tersebut bekerja secara maksimal maka terdapat dua syarat yang harus dipenuhi.

Nilai Konten Prank YouTUbe sangat tingai CPC dan CPM Google Adsense

Yang pertama adalah peningkatan jumlah subscriber dalam kurung waktu satu tahun minimal seribu subscriber. Yang kedua adalah konten yang diunggah harus minimal ditonton sebanyak empat ribu jam oleh semua penonton dengan waktu yang sama.

Terkait dengan nilai CPM dan CPC di Indonesia diketahui nilainya mencapa 7 ribu rupiah per seribu tayangan iklan untuk CPM dan 5 ribu – 12 ribu rupiah per setiap klik iklan yang tayang pada video untuk CPC. Tak heran apabila orang-orang tertarik menjadi seorang YouTuber dan membuat konten-konten yang trend dilakukan oleh YouTuber lainnya.

Padahal dengan sikap yang saling tiru konten diketahui justru dapat membuat pengguna YouTube rugi. Bagaimana tidak, pengguna YouTube secara tidak langsung pasti merasa jenuh lantaran di platform YouTube mereka kebanyakan diunggah konten-konten seperti itu. Hal tesebutlah mengapa konten prank disebut sebagai konten yang menyebalkan di YouTube.

Apabila konten seperti itu masih terus dipertahankan maka lama kelamaan YouTube akan sama saja dengan televisi. Yang dimana polanya begitu-begitu saja sehingga edukasi justru hilang demi meningkatkan jumlah penonton yang banyak.

Oleh karena itu, setelah mengetahuinya diharapkan para penonton YouTube dapat lebih menyaring mana video yang perlu diapresiasi dan mana video yang tak perlu diapresiasi agar YouTube tak dipenuhi dengan konten yang menyebalkan bernama ‘prank!’.