Kamera PinHole atau Kamera Lubang Jarum - Disertai Panduan Membuat Kamera PinHole

Matamu.Net - Pin Hole atau lubang jarum merupakan jenis lensa tanpa kaca yang digunakan untuk memotret. Ukuran Lensa yang cukup kecil menyerupai Lubang jarum membuat lensa ini termasuk lensa dengan bukaan digafargam sangat kecil sehingga titik fokus sangat panjang, jadi tidak perlu lagi difokuskan.

Daftar Isi

Sejarah Kamera PinHole

Berdasarkan sejarah penemuan kamera, kamera lubang jarum merupakan pengembangan dari kamera obscura. Adapun orang pertama yang mmebuat kamera lubang jarum adalah seorang ilmuan asal Skotlandia yang juga terkenal sebagai fotografer bernama Sir David Brester (1852).

Lantaran kamera lubang jarum adalah pengembangan dari kamera obscura, maka prinsip dasar kedua kamera tersebut sama seperti yang pertama kali dibuat oleh Gemma Friscius (1545). Kala itu, digunakan untuk mengabadikan terjadinya gerhana matahari.

Nama kamera lubang jarum merupakan nama yang populer digunakan di Indonesia. Sementara di negara lain menyebut pinhole kamera dengan sebutan Stenops (Prancis), Utta Fotocamera Contorostenopieco (Italia), Obscura camera (Skandinavia).

Fungsi dari lensa kamera lubang jarum adalah untuk menghasilkan bayangan yang diperoleh dari lubang yang dibuat dengan ukuran sangat kecil. Mengapa disebut sebagai kamera pinhole atau kamera lubang jarum? Hal tersebut dikarenakan kamera tersebut memiliki lubang kecil seperti lubang jarum.

Mengapa tidak dibuat dengan menggunakan lubang besar? Hal tersebut dikarenakan lubang yang terllau besar justru akan menghasilkan bayangan gambar yang kabur atau tidak fokus. Kamera jenis ini hanya dapat digunakan untuk benda yang diam serta yang terang saja.

Pengertian kamera lubang jarum

Metode perekaman dari kamera lubang jarum adalah dasar dari ilmu fotografi. Dimana teori tersebut bekerja sesuai dengan teori optis. Pada kamera lubang jarum, cahaya masuk pada lubang kecil yang kemudian diproyeksikan pada sebuah bidang datar. Berbeda dengan kamera digital yang lebih canggih, sensor cahaya pada kamera lubang jarum menggunakan kertas foto.

Oleh karena itu, kamera lubang jarum atau pinhole adalah sebuah kotak yang dibuat kedap cahaya dengan mempunyai lubang yang sangat kecil pada satu sisinya. Kamera jenis ini diketahui tidak memiliki lensa. Fungsi dari lubang kecil tersebut adalah tempat cahaya masuk agar gambar dapat dihasilkan namun dengan posisi terbalik pada sisi berlawanan dari tempat lubang masuknya cahaya. Perlu diketahui bahwa sebenarnya mata manusia juga sama seperti kamer yang bekerja di bawah cahaya yang terang melalui aperture kecil.

Semakin kecil lubang pada kamera lubang jarum maka gambar yang dihasilkan semakin tajam, akan tetapi kualitas pencahayaan gambar semakin redup. Dalam kamera pinhole sebaiknya ukuran dari aperture adalah 1 berbanding 100 atau kurang dari jarak antara kotak dengan gambar yang akan diabadikan.

Selain itu, shutter dari kamera lubang jarum dapat diproses secara manual alias untuk menutup dan membuka lubang pada kamera dibuat dengan bahan yang kedap cahaya. Apalagi proses exposure kamera jenis ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Diketahui bahwa waktu yang dibutuhkan untuk exposure adalah sekitar lima detik sampai dengan berjam-jam tergantung kondisi gambar yang diambil.

Desain kamera Pin Hole dari Kayu

Prinsip kerja kamera lubang jarum

Mulai dari awal ditemukannya fotografi sampai dengan zaman sekarang, prinsip yang digunakan sama sekali tidak pernah berubah sedikit pun. Prinsip dari fotografi tersebut adalah apabila terdapat satu lubang pada ruangan gelap atau kedap cahaya yang arahnya menuju objek dengan mendapatkan intensitas cahaya yang cukup maka objek tersebut akan terproyeksi ke dalam ruang gelap dengan posisi terbalik.

Tujuan penahan film pada kamera lubang jarum dapat digerakkan maju dan mundur adalah agar jarak antara film dengan lubang aperture dapat sesuai sehingga gambar yang dihasilkan optimal dan sesuai dengan yang diinginkan. Meski begitu, besar kemungkinan sudut pengambilan gambar dapat berubah sehingga rasio f-stop pada kamera dibuat efektif.

Dengan membuat film dekat dengan lubang jarum maka sudut yang dihasilkan lebih lebar (wide angle lebih besar) dengan begitu waktu untuk exposure juga lebih cepat. Sementara itu, apabila film jauh dengan lubang jarum maka akan menghasilkan wide angle yang lebih kecil dan membutuhkan waktu exposure yang relatif cukup lama.

Untuk mengetahui angka f-stop pada kamera lubang jarum ternyata dapat dihitung dengan cara jarak dari lubang jarum ke focal length dibagi dengan diameter lubang pada kamera lubang jarum. Perlu diketahui juga bahwa angka f yang terllau besar pada kamera lubang jarum dapat membuat exposure mengalami kegagalan. Oleh karena itu, sangat penting diperhitungkan f-stop pada kamera.

Kamera Digital  prinsip kerja kamera pin hole

Proses menghasilkan gambar kamera lubang jarum 

Apabila membandingkan kamera lubang jarum dengan kamera digital zaman sekarang maka pastilah perbedaan dari keduanya sangat jauh berbeda. Kamera digital hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk menghasilkan satu gambar. Sementara itu, kamera lubang jarum membutuhkan waktu yang cukup lama dan melelahkan untuk menghasilkan satu gambar yang hasilnya belum tentuk sesuai dengan ekspektasi. Penasaran bagaimana cara menghasilkan gambar dari kamera lubang jarum? Berikut ulasannya mulai dari membuat kamera sampai dengan menghasilkan gambar.

1. Membuat Kamera

Tahap pertama yang perlu dilakukan adalah pastinya harus memiliki kamera lubang jarum. Seperti yang kiat ketahui bahwa untuk membuat kamera lubang jarum dapat dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan.

Kamera lubang jarum atau pinhole ternyata dapat dibuat secara mandiri sesuai dengan kebutuhan. Paling sederhana kamera lubang jarum biasanya digunakan untuk fotografi. Bentuk dari kamera jenis ini adalah terdiri dari sebuah kotak yang kedap akan cahaya serta terdapat lubang kecil pada satu sisi kotak tersebut. Selain itu, satu lembar kertas film maupun kertas foto yang direkatkaan pada sisi lainnya. Posisi penempatan kertas film atau foto harus berseberangan dengan sisi yang terdapat lubang kecil.

Shutter atau penutup kamera dibuat menggunaka kardus yang direkatkan menggunakan isolasi atau perekat lainnya. Kemudian lubang aperture dapat dibuat dengan menggunakan jarum jahit atau alat lainnya yang ditusuk maupun dibor agar kuat. Selanjutnya menggunakan satu lembar aluminium foil atau bisa juga kaleng dari bekas minuman ditempelkan pada bagian dalam kotak yang terdapat lubang yang sudah dibuat sebelumnya.

Starter kit dari kamera Pin Hole berbahan Kardaus

2. Memotret

Setelah kamera sudah selesai dibuat maka langkah selanjutnya adalah mengisi kamera dengan kertas foto. Hal tersebut bertujuan untuk merekam gambar yang akan dipotret sehingga dapat diproyeksikan. Perlu diketahui bahwa pengisian kertas foto atau kertas emulsi kamera lubang jarum tidak dilakukan disembarang tempat. Akan tetapi, pengisian harus dilakukan di kamar gelap karena sifat dari kertas emulsi adalah sensitive terhadap cahaya.

Waktu exposure untuk mengisian dibutuhkan sekitar 8 sampai dengan 20 detik tergantung dari intensitas cahaya yang tersedia. Barulah setelah itu, kalian dapat menggunakan kamera lubang jarum memotret objek yang diinginkan.

LAdnscape denganTeknik Long Exposure dari kamera PInHole

3. Mencuci

Tahap terakhir yang dilakukan adalah mencuci hasil foto dari kamera lubang jarum. Pencuciannya pun harus di kamar gelap. Untuk mencuci hasil foto ada tiga cairan yang dibutuhkan seperti:

1. Developer

Cairan yang pertama adalah developer, yang berfungsi untuk memunculkan gambar hasil potret. Cara kerja dari cairan ini adalah apabila kertas dimasukkan dalam cairan developer maka secara langsung kan terjadi reaksi kimia antara kertas dengan cairan.

Dengan adanya reaksi tersebut akhirnya gambar dapat muncul pada kertas. Pada tahap ini, diperlukan ketelitian dan kesabaran karena bisa saja ada gambar yang tidak muncul pada kertas karena terjadi kesalahan pada saat melakukan pemotretan.

2. Stopbath

Cairan kedua adalah stopbath, cairan ini berfungsi untuk membersihkan sisa-sisa dari cairan developer yang terdapat pada kertas.

3. Fixer

Kemudian cairan yang terakhir adalah fixer. Fixer ini memiliki fungsi untuk menghentikan proses dari reaksi emulsi pada kertas. Maksudnya adalah ketika kertas sudah dibari cairan fixer maka gambar yang muncul pada kertas tidak akan berubah warna lagi meski terkena cahaya.

Akhir Kata
Itulah beberapa informasi penting tentang kamera lubang jarum yang perlu diketahui bagi pecinta fotografi. Semoga dapat membantu dan menambah wawasan kalian mengenai kamera lubang jarum atau kamera pinhole.

Tidak ada komentar untuk "Kamera PinHole atau Kamera Lubang Jarum - Disertai Panduan Membuat Kamera PinHole"