Sejarah Kamera Canon - Kwanon dari Goro Yoshida

Dzargon - Kamera Canon merupakan merek kamera yang berasal dari perusahaan Canon Inc. Perusahaan tersebut adalah perusahaan kamera terbesar di Jepang. Saat ini, diketahui bahwa kamera Canon termasuk ke dalam jejeran kamera yang sangat populer di dunia. Bahkan menjadi pionir kamera nomor satu di dunia fotografi.

Daftar Isi
Oleh karena itu, sebelum mengetahui lebih lanjut terkait dengan jenis kamera, spersifikasi, sampai dengan harga yang dibanderol untuk mendapatkan kamera Canon, dan lain sebagainya. Sebaiknya terlebih dahulu melihat bagaimana sejarah dari kamera Canon dari masa ke masa.

Awal mula perusahaan kamera Canon

Sama seperti perusahaan-perusahaan besar lainnya yang ada di Jepang, perusahaan Canon diketahui dibangun dan dirintis oleh seseorang yang berasal dari kalangan biasa saja. Adapun pendiri dari perusahaan Canon adalah Goro Yoshida (1900-1993). Ia adalah pria Jepang yang lahir di Hiroshima yang latar belakang pendidikannya tidak tamat Sekolah Menengah Atas (SMA). Yoshida lah yang membuat munculnya kamera Canon sampai sekarang.

Awal mula munculnya kamera Canon lantaran dulu Yoshida sempat bekerja disebuah perusahaan developing film sekaligus perbaikan kamera. Kala itu, ia dengan sengaja membongkar sebuah kamera yang sangat populer pada masanya, yaitu Leica. Kamera Leica sendiri merupakan kamera yang dibuat oleh negara Jerman yang dibanderol dengan harga jual yang sangat tinggi, diperkirakan mencapai 420 yen.

Berbekal dengan ilmu yang ia miliki, Yoshida akhirnya menelaah isi dari kamera Leica yang dibongkarnya. Siapa sangka, setelah ia membongkar kamera tersebut Yoshida justru bukannya takjub justru sangat kesal. Mengapa? Karena isi dari kamera tersebut tidak terdapat barang-barang mewah dan mahal justru hanya benda mekanik yang diketahui terbuat dari kuningan, aluminium, besi, serta karet. Namun, harga dari kamera justru sangat mahal.

sejarah kamera Canon

Kendati demikian, Yoshida bersama sang ipar, Saburo Uchida (1899-1982), dan juga Takeo Maeda (1909-1977) akhirnya pada tahun 1933 memutuskan untuk mendirikan Precision Optical Instruments Laboratory. Siapa sangka, Yoshida berhasil membuat kamera 35 mm rangefinder prototype yang diberi nama Kwanon “Leica model II”. Kamera tersebut berhasil dibuat berdasarkan dari kamera Leica II 35 mm.

Sejak saat itu, perusahaan tersebut akhirnya mulai memproduksi Kanon Hansa pada format Leica III sampai dengan Perang Dunia II. Setelah Perang Dunia II berakhir perusahaan Canon kembali memproduksi kamera sekitar awal tahun 1946. Saat itu, kamera yang diproduksi dengan jendela bidik JII serta pengintai S1.

Akan tetapi, pada akhir tahun 1946, perusahaan tersebut justru merilis SII dengan tambahan spesifikasi seperti terdapat viewfinder atau pengintai gabungan, jendela depan pada akmera dikurangi yang awalnya tiga menjadi dua jendela. Akan tetapi, meski begitu kemera jenis ini secara fisik hampir sama dengan Leica III.

Kamera Canon pertama dengan bentuk Kwanon

Perjalanan perusahaan Canon untuk memproduksi kamera pertama, Kwanon (1933) bukanlah sebuah perkara yang mudah. Akan tetapi, berkat keteguhan dan semangat akhirnya perusahaan mampu mneyediakan Seiki Kogaku dengan pendanaan, lensa Nikkor, rangefinders, serta bantuan teknis sampai dengan mendesain ulang dengan fungsi pencari dan jendela bidik gabungan dua jendela.

Sementara itu, pada tahun 1956 perusahaan Canon kembali mengembangkan produksinya yang lebih mutakhir, yaitu terdapatnya timer self-timer Contax di sebelah kiri mount lensa berdasarkan dari Leica II Style. Kamera tersebut merupakan kamera Canon pertama yang di produksi oleh perusahaan Canon disebut sebagai kamera swing-open yang berfungsi untuk memuat film.

Kamera pertama Kanon dengan bentuk kwanon

Munculnya kamera Canon SLR

Dari masa ke masa dan seiring dengan berkembangnya teknologi, Canon semakin terus mengembangkan produknya. Produk yang diproduksi diketahui selalu berusaha untuk mengikuti perkembangan setiap zaman. Pada tahun 1959, Canon diketahui berhasil memproduksi lensa Canon R khusus untuk kamera SLR film. R-mount akhirnya digantikan oleh FL lens mount pada tahun 1964.

Selanjutnya, untuk meningkatkan standar dari lensa mount Canon R akhirnya diproduksi lensa mount Canon FL untuk kamera SLR film. Sementara itu, pada tahun 1969 Canon diketahui merilis di public sebuah system kamera atau lensa ekonomi. Lensa tersebut terdapat tiga elemen belakang yang dipasang pada kamera.

Selain itu, ada juga sejumlah opsi elemen depan yang dapat diganti-ganti. System tersebut telah dipakai oleh Zeiss-Ikon khusus untuk kamera tingkat menengah seri Contaflex. Sedangkan Kodak yang awalnya hanya terdapat lensa seri Retina ujung-atas kemudian diganti menjadi lensa penuh. Saat itu, Canon telah memperkenalkan empat jenis lensa yaitu 35mm f / 3.5, 50mm f / 1.8, 95mm f / 3.5, serta 1255mm f / 3.5.

Kamera Canon lensa Teleh 200 mm FD dengan Analog FM3

Pada tahun 1971, Canon memproduksi sekaligus merilis Canon FD lens mount standard untuk kamera SLR film. Dengan adanya prduksi tersebut, lensa standar FL mount digantikan oleh Canon FD lens mount standard.

Awalnya duduk FD mempunyai dua varian dimana lensa asli memakai kerah breechlock. Sedangkan untuk versi barunya dibuat dengan memakai kunci putar bayonet standar sehingga gerakan putar pada dudukan FD pendek. Barulah pada tahun 1994 yang lalu, Canon diketahui menghentikan produksi untuk kamera FD-mount sejak diproduksi pada tahun 1987.

Kamera Canon refleks lensa EOS

Kemudian pada tahun 1987, Canon akhirnya memproduksi dan merilis sebuah system kamera refleks berlensa EOS Tunggal. Di tahun yang sama juga memperkenalkan standar lensa EF mount yang menggantikan standar lensa FD. Diketahui bahwa standar lensa FD sudah berusia 16 tahun, namun harus digantikan dengan standar baru.

Tak hanya itu, EOS diketahui menjadi satu-satunya system yang dimiliki oleh kamera SLR yang dipakai dan diproduksi sampai sekarang. Selain itu, EOS juga digunakan oleh Canon untuk kamera SLR. Mulai dari kamera film sampai dengan kamera digital SLR semuanya yang diproduksi oleh Canon menggunakan EOS dengan system auto fokus. Sistem tersebut mulai diperkenalkan di publik sejak tahun 1987 yang kala itu secara bersamaan memperkenalkan standar dari pemasangan lensa EF.

Adapun jenis kamera SLR non-EOS yang terkahir diproduksi oleh perusahaan Canon adalah Canon T90. Produksi kamera tersebut terakhir pada tahun 1986. Alasan Canon T90 sudah tidak produksi lagi adalah lantan dianggap sebagai template pada jajaran kamera EOS, walaupun memakai standar dari pemakaian lensa FD dalam jangka waktu yang lama.

Kamera Canon vdigital versi luar negeri

Seperti yang kita ketahui bahwa Canon mengapresiasi yang namanya EOS (Electro Optical System) mulai dari kamera digital SLR (Single Lens Reflex) sampai dengan kamera DSLR terbaru dengan model professional high end.

Selain itu, Canon juga merilis Thermal Transition Copying yang merupakan salah satu bagian untuk manufaktur segala jenis kamera Canon. Dengan adanya Thermal Transition Copying maka memungkinkan suhu kamera terjaga dan mencegah terjadinya kondensasi di dalam kamera.

Salah satu yang membuat perusahaan Canon terus berdiri sampai sekarang lantaran Canon mampu mengikuti zaman serta terus melakukan inovasi agar menghasilkan produk khusunya kamera yang tak ketinggalan zaman. Selain itu, diketahui bahwa sampai saat ini kamera Canon sangat banyak diminati oleh para pecinta fotografer.

Tidak ada komentar untuk "Sejarah Kamera Canon - Kwanon dari Goro Yoshida"